Recent Articles
Home » Archives for January 2014
Friday, January 17, 2014
Friday, January 17, 2014
- 26 Comments
Wahana
Dirgantara Super (bahasa Inggris: High Altitude Platform System)
adalah teknologi yang menyediakan layanan wireless
narrowband dan telekomunikasi
broandband, mirip dengan sistem satelit, namun HAPS beroperasi pada ketinggian
5-20 km di lapisan stratosfer. HAPS adalah sebuah platform(wahana) terrestrial
namun ‘non-ground’ alias tidak berada di tanah tetapi di lapisan udara. HAPS mampu
menjangkau area seluas 1000km dalam diameter, bergantung pada lokasi penerima
sinyal.Jangkauan HAPS yang kurang luas ini disebabkan ia berada pada ketinggian
yang masih termasuk permukaan bumi, berbeda dengan satelit yang jangkauannya
lebih tinggi.
Kebutuhan akan jasa multimedia yang berpita lebar dan berkecepatan tinggi semakin besar dan meningkat begitu cepat. Hal ini menuntut adanya penambahan lebar pita frekuensi juga kecepatan implementasi. Adanya Lapisan stratosfer yang berada stabil di atas lapisan perubahan cuaca serta jauh di atas jalur penerbangan sipil dan awan hujan membuatnya memiliki kriteria yang tepat sebagai tempat untuk meletakkan wahana yang berkaitan dengan telekomunikasi, broadcasting dan teknologi multimedia. Maka lahirlah teknologi HAPS sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. HAPS sangat potensial untuk dipakai dalam industri wireless.
Teknologi HAPS dikatakan sebagai solusi atas kekurangan infrastruktur yang terdapat pada sistem terrestrial dan satelit. Kekurangan sistem terrestrial adalah pada fleksibilitas dan mobilitasnya, memang sistem ini membuat pemakainya bisa menempatkan payload mereka dengan posisi yang dekat dari bumi, namun harga yang harus mereka bayar tergolong besar . Sedangkan kekurangan sistem satelit adalah risiko yang tinggi, limited bandwith expansion dan time delay yang tinggi untuk suara dan data interaktif, serta biaya keseluruhan yang mahal (perakitan, perawatan, peluncuran, dll). Jadi sebenarnya HAPS mencoba menggabungkan konsep sistem satelit pada jangkauan terestrial. HAPS juga dapat diterapkan sebagai faktor komplemen dari jaringan terestrial atau satelit yang ada. Bisa juga digunakan sebagai backup emergency atau pelimpahan beban traffic. Teknologi HAPS ditetapkan sebagai platform dari teknologi generasi ke 3 atau 3G. Platform yang akan ditempati oleh HAPS adalah perangkat base station pada sisi terrestrial.
Kelebihan dan Keunggulan HAPS
Adapun beberapa keuntungan ataupun kelebihan HAPS antara lain:
· Dari segi biaya
Pemeliharaan dan pengembangannya tidak
merepotkan. karena mudah untuk dinaik-turunkan dan dipindah-tempatkan.
Investasi tidak sebesar sistem terestrial dan biaya operasinyapun tidak sebesar
sistem satelit. HAPS tidak memerlukan tempat, waktu peluncuran yang khusus dan
tidak 'space standard’.Begitu pula dengan biaya untuk mengupgrade mesin dan
komponen penyokongnya, masih lebih rendah dibandingkan dengan sistem
terrestrial maupun satelit karena peng-upgrade-annya termasuk mudah dan cepat.
Menerapkan HAPS tidak memerlukan wahana roket untuk menerbangkannya, Kapasitas
sistemnya hampir sama dengan yang dimiliki sistem terrestrial dan lebih besar dari
yang dimiliki sistem satelit. Dengan payload seberat 1 ton (contohnya
SkyStation) dapat memberikan output layanan sebesar 7 Gbps, sedangkan payload
dapat berupa multi aplikasi
· Wilayah cakupan
HAPS mampu menjangkau wilayah yang lebih
luas dibandingkan dengan menempatkan perangkat yang sama di permukaan Bumi,
da;am hal ini adalah sistem terrestrial. Cakupan maksimalnya adalah antara 450
km s/d 500 km radius. Delay Time dan Fading HAPS memiliki delay time
(kelembaman waktu) yang jauh lebih kecil dibandingkan satelit yaitu sekitar
0,14 ms atau 140 ms. HAPS juga memperkecil faktor fading akibat tingginya sudut
elevasi antara antena pengguna dengan wahana HAPS. Jarak operasinya yang lebih
dekat ke permukaan bumi menyebabkan pancaran gelombang radio dari dan ke wahana
tersebut memerlukan daya dan tunda waktu yang jauh lebih kecil.
· Resiko
HAPS memiliki kemungkinan yang lebih kecil
untuk hilang ataupun meledak dibanding dengan satelit.
· HAPS mampu mempercepat pertukaran data dibandingkan dengan satelit yang ditempatkan pada ketinggian geostasioner.
Teknologi yang HAPS digunakan merupakan
teknologi ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar yang merusak
lingkungan.
· Kapasitas berkas
Dibandingkan dengan sistem terrestrial dan
sistem satelit, maka HAPS memiliki kapasitas berkas 116 kali lebih besar.
Sebagai contoh: Jika satelit dengan orbit rendah memiliki kemmapuan memunculkan
tidak lebih dari 6 berkas transmisi untuk tiap kota, maka HAPS mampu
memunculkan 700-1000 berkas transmisi untuk tiap kota.
· Fungsi yang lengkap
Biasanya satelit model lama hanya mampu
membawa satu fungsi pada saat diluncurkan. Sedangkan HAPS bisa membawa beberapa
fungsi sekaligus. Misalnya saja fungsi sebagai remote sensing dan sistem
pengamanan.Dari berbagai kelebihan yang dimiliki,
HAPS tetap memiliki kekurangan. Salah satunya adalah Pergerakan wahana tidak
dapat dihindari walaupun terdapat kontrol posisi dan sikap dari wahana. Selain
itu, jika tidak dilakukan koordinasi yang baik dengan Departemen Perhubungan,
maka HAPS bisa mengganggu sistem penerbanganAplikasiBeberapa aplikasi yang bisa dilakukan
dengan memanfaatkan HAPS adalah:
· Internet : baik sebagai akses atau backbone.
·
Bidang Telekomunikasi: voice fixed dan cellular / wireless dan data,
video-conference, komunikasi di bidang militer, dll.
·
Broadcasting : TV, Radio dan data.
·
Tele-medecine, Tele-education dan Telecommuting
·
E-shopping dan E-commerce.
·
Remote sensing : monitor polusi, tata ruang daerah, kebakaran hutan
dan potensi kelautan.
·
Pelayanan publik : keamanan, pendeteksi awal kebakaran hutan, bencana
alam dll.
·
Pengaturan lalulintas, keperluan kepolisian, pengindraan dalam bidang
militer, dll.
Perkembangan HAPS di Indonesia
Di Indonesia wacana mengenai HAPS baru sebatas teori dan desain di atas kertas. Dengan teknologi terapan yang ada sekarang, tampaknya masih cukup lama Indonesia akan mampu membuat balon udar raksasa sebagai salah satu wahana HAPS, apalagi mengembangkan teknologi HAPS itu sendiri. Balon udara raksasa yang ada di Indonesia kini hanya mampu bertahan selama beberapa jam di udara. Padahal sebagai pengganti satelit, balon udara raksasa harus mampu bertahan di udara selama beberapa bulan bahkan tahun. Di luar negeri pun konsep teknologi HAPS ini belum bisa menjadi hal yang komersil, masih pada batas penelitian. Namun sudah banyak yang melakukan percobaan terhadap sistem dengan konsep ini. Pemahaman dan penelitian HAPS harus dilakukan secara sinergis dari berbagai disiplin ilmu dan ke-tehnikan. Penelitian terhadap karakter meteorologi-geofisika atmosfer dan karakter propagasi frekuensi (khususnya frekuensi EHF) merupakan hal-hal yang penting dilakukan di dalam penguasaan dan penerapan HAPS di atau Indonesia. Perlu pula dicermati pengaruh interferensi frekuensi uplink dengan satelit dan sistem terestrial (uplink dan down link). Meskipun baru berupa wacana, namun di Indonesia sudah ada 3 skenario implementasi pemakaian HAPS yang sekiranya akan dijalankan
· HAPS untuk Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Untuk aplikasi internet, broadcasting, telekomunikasi (selular), pengendalian lalu lintas kendaraan dan monitoring polusi lingkungan hidup.
·
Untuk sub-urban dengan aplikasi internet, broadcast, telekomunikasi,
tele-medecine, teleeducation dan penginderaan jarak jauh.
·
Untuk daerah rural/remote (hutan dan laut) HAPS dapat digunakan untuk
penginderaan jarak jauh dan telekomunikasi.
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Wahana_dirgantara_super
https://www.youtube.com/watch?v=UntzouJgWV8
Nama : Wido Hidayatullah
NIM : 202139209878513
Dosen : Onno W Purbo
Kampus : Universitas Surya
Kebutuhan akan jasa multimedia yang berpita lebar dan berkecepatan tinggi semakin besar dan meningkat begitu cepat. Hal ini menuntut adanya penambahan lebar pita frekuensi juga kecepatan implementasi. Adanya Lapisan stratosfer yang berada stabil di atas lapisan perubahan cuaca serta jauh di atas jalur penerbangan sipil dan awan hujan membuatnya memiliki kriteria yang tepat sebagai tempat untuk meletakkan wahana yang berkaitan dengan telekomunikasi, broadcasting dan teknologi multimedia. Maka lahirlah teknologi HAPS sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. HAPS sangat potensial untuk dipakai dalam industri wireless.
Teknologi HAPS dikatakan sebagai solusi atas kekurangan infrastruktur yang terdapat pada sistem terrestrial dan satelit. Kekurangan sistem terrestrial adalah pada fleksibilitas dan mobilitasnya, memang sistem ini membuat pemakainya bisa menempatkan payload mereka dengan posisi yang dekat dari bumi, namun harga yang harus mereka bayar tergolong besar . Sedangkan kekurangan sistem satelit adalah risiko yang tinggi, limited bandwith expansion dan time delay yang tinggi untuk suara dan data interaktif, serta biaya keseluruhan yang mahal (perakitan, perawatan, peluncuran, dll). Jadi sebenarnya HAPS mencoba menggabungkan konsep sistem satelit pada jangkauan terestrial. HAPS juga dapat diterapkan sebagai faktor komplemen dari jaringan terestrial atau satelit yang ada. Bisa juga digunakan sebagai backup emergency atau pelimpahan beban traffic. Teknologi HAPS ditetapkan sebagai platform dari teknologi generasi ke 3 atau 3G. Platform yang akan ditempati oleh HAPS adalah perangkat base station pada sisi terrestrial.
Kelebihan dan Keunggulan HAPS
Adapun beberapa keuntungan ataupun kelebihan HAPS antara lain:
· Dari segi biaya
· Wilayah cakupan
· Resiko
· HAPS mampu mempercepat pertukaran data dibandingkan dengan satelit yang ditempatkan pada ketinggian geostasioner.
· Kapasitas berkas
· Fungsi yang lengkap
· Internet : baik sebagai akses atau backbone.
Di Indonesia wacana mengenai HAPS baru sebatas teori dan desain di atas kertas. Dengan teknologi terapan yang ada sekarang, tampaknya masih cukup lama Indonesia akan mampu membuat balon udar raksasa sebagai salah satu wahana HAPS, apalagi mengembangkan teknologi HAPS itu sendiri. Balon udara raksasa yang ada di Indonesia kini hanya mampu bertahan selama beberapa jam di udara. Padahal sebagai pengganti satelit, balon udara raksasa harus mampu bertahan di udara selama beberapa bulan bahkan tahun. Di luar negeri pun konsep teknologi HAPS ini belum bisa menjadi hal yang komersil, masih pada batas penelitian. Namun sudah banyak yang melakukan percobaan terhadap sistem dengan konsep ini. Pemahaman dan penelitian HAPS harus dilakukan secara sinergis dari berbagai disiplin ilmu dan ke-tehnikan. Penelitian terhadap karakter meteorologi-geofisika atmosfer dan karakter propagasi frekuensi (khususnya frekuensi EHF) merupakan hal-hal yang penting dilakukan di dalam penguasaan dan penerapan HAPS di atau Indonesia. Perlu pula dicermati pengaruh interferensi frekuensi uplink dengan satelit dan sistem terestrial (uplink dan down link). Meskipun baru berupa wacana, namun di Indonesia sudah ada 3 skenario implementasi pemakaian HAPS yang sekiranya akan dijalankan
· HAPS untuk Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Untuk aplikasi internet, broadcasting, telekomunikasi (selular), pengendalian lalu lintas kendaraan dan monitoring polusi lingkungan hidup.
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Wahana_dirgantara_super
https://www.youtube.com/watch?v=UntzouJgWV8
Nama : Wido Hidayatullah
NIM : 202139209878513
Dosen : Onno W Purbo
Kampus : Universitas Surya
Wednesday, January 8, 2014
Wednesday, January 8, 2014
- 82 Comments
Di jaman yang semakin modern ini,siapa sih yang tidak
tahu tentang website,tanpa adanya website pastilah kita sangatlah kewalahan
dalam menghadapi persaingan global baik dalam bidang perdagangan,politik dan
sosial.
Situs web (bahasa Inggris: web site) atau sering disingkat dengan istilah situs adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video, atau jenis-jenis berkas lainnya.Sebuah situs web biasanya ditempatkan setidaknya pada sebuah server web yang dapat diakses melalui jaringan seperti internet, ataupun jaringan wilayah lokal (LAN) melalui alamat internet yang dikenali sebagai URL. Gabungan atas semua situs yang dapat diakses publik di internet disebut pula sebagai Waring Wera Wanua atau lebih dikenal dengan singkatan WWW. Meskipun setidaknya halaman beranda situs internet umumnya dapat diakses publik secara bebas, pada prakteknya tidak semua situs memberikan kebebasan bagi publik untuk mengaksesnya, beberapa situs web mewajibkan pengunjung untuk melakukan pendaftaran sebagai anggota, atau bahkan meminta pembayaran untuk dapat menjadi aggota untuk dapat mengakses isi yang terdapat dalam situs web tersebut, misalnya situs-situs yang menampilkan pornografi, situs-situs berita, layanan surel (e-mail), dan lain-lain. Pembatasan-pembatasan ini umumnya dilakukan karena alasan keamanan, menghormati privasi, atau karena tujuan komersil tertentu.
Sebuah halaman web merupakan berkas yang ditulis sebagai berkas teks biasa (plain text) yang diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa dengan instruksi-instruksi berbasis HTML, atau XHTML, kadang-kadang pula disisipi dengan sekelumit bahasa skrip. Berkas tersebut kemudian diterjemahkan oleh peramban web dan ditampilkan seperti layaknya sebuah halaman pada monitor komputer.
Halaman-halaman web tersebut diakses oleh pengguna melalui protokol komunikasi jaringan yang disebut sebagai HTTP, sebagai tambahan untuk meningkatkan aspek keamanan dan aspek privasi yang lebih baik, situs web dapat pula mengimplementasikan mekanisme pengaksesan melalui protokol HTTPS.
Akhir-akhir ini website juga digunakan
sebagai iklan untuk mempromosikan calon legislatif.Kemudian banyak yang
memakainya sebagai iklan untuk menawarkan produk perdagangan.Ini membuktikan
betapa vitalnya kegunaan dari website tersebut. Dan tak kalah pentingnya dari
itu semua adalah desain dari website itu sendiri. Desain biasa diterjemahkan
sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya.
Peranan desain disini adalah untuk media agar seorang bisa lebih mudah
berinteraksi dengan sebuah website. Berinteraksi disini bukan berarti manusia
tersebut dapat mengobrol secara langsung dengan website layaknya manusia
mengobrol langsung dengan manusia, berinteraksi disini maksudnya adalah manusia
tersebut dapat mengerti setiap fungsi dari tampilan di website sehingga manusia
tersebut dapat mempergunakan menu di website tersebut sesuai dengan fungsinya
secara benar. Dengan adanya desain, diharapkan dapat mewakili arti dari fungsi
menu tersebut. Karena itulah, menu-menu pada website di desain sedemikian rupa
sehingga mudah di pahami manusia dan kemudian dapat dipergunakan sesuai
fungsinya.
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web
Nama : Wido Hidayatullah
Nim : 202139209878513
Nama Dosen : Onno W Purbo
Kampus : Universitas Surya
Subscribe to:
Comments (Atom)


